Sumut: Badan Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I mencatat sebanyak 48 titik panas (hotspot) terdeteksi di berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan.
Berdasarkan data BBMKG Wilayah I, Selasa (27/1/2025), total 48 titik panas tersebut terpantau pada Senin (26/1). Sebaran titik panas meliputi Kabupaten Dairi sebanyak 2 titik, Humbang Hasundutan 6 titik, dan Kabupaten Karo 4 titik.
Selanjutnya, titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Labuhanbatu sebanyak 3 titik, Labuhanbatu Selatan 1 titik, Mandailing Natal 7 titik, Nias Utara 2 titik, Padang Lawas Utara 3 titik, serta Kabupaten Tapanuli Selatan 2 titik.
Jumlah titik panas terbanyak tercatat di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 14 titik, disusul Kabupaten Tapanuli Utara sebanyak 2 titik.
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Putri Afriza, mengatakan bahwa kemunculan titik panas perlu diwaspadai karena menandakan kondisi lahan yang sangat kering dan rawan terbakar.
βJika terdeteksi adanya titik panas, artinya lahan atau dedaunan di hutan maupun lahan terbuka dalam kondisi sangat kering dan sangat mudah terbakar, sehingga berpotensi menimbulkan kebakaran,β ujar Putri.
Selain itu, Putri juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca di Kota Medan dan sekitarnya terpantau panas terik dengan suhu udara yang relatif tinggi.
βKondisi tersebut menyebabkan suhu udara maksimum meningkat dan cuaca dirasakan cukup terik oleh masyarakat,β tambahnya.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebakaran.(Red/IT)











